Contoh Pidato Khutbatul wada B.Ingris buat di pondok pesantren

Assalamau'alaikum w.w. Turning clockwise signifies to us the alternation of time from seconds to minutes, minutes into hours, jampun turns into days, months, until the moon turned into years. Until finally we are at the end of time, we are at the end of the period, which in the atmosphere of this sunny morning leads us into a life phenomenon that is separation. Ladies and Gentlemen ... Starting from a story that has now become a name, and even then we store and we make memories in life. Not felt for years we were in an educational institution pesantren, and for years too old we are in an environment that is harmonious and religion in which full guidance, instruction, and direction we build from the foundation up to be a building solid, a soul that has the meaning of being human, which means to live a life. We felt from the beginning we set foot into this boarding school, then we shelter under the strut of these institutions, and finally moved out leaving the boarding gate beloved. How much of the science that has been poured into our minds, how much guidance has led us to the right path, and even how many directives, attention and advice that has been instilled in our hearts, that it was all we get here, in this institution and at the school this beloved. Majlis teacher and father mother guardian of students that we respect ... It's true what people say, life is like a wheel that is always turning, sometimes below, sometimes above. So our lives are always changing. The young ones will gradually become the old, the old one will be replaced with new ones and that life will die and so is each meeting will end with a farewell. Indeed, it is the sorrow of separation will bring deraian sobs and tears. But nothing could regrettable and inevitable, whatever the meaning of sorrow lara, separation will occur nevertheless, because it was only prayer that never misses in each step, hopefully we can meet in a happiness and victory. Thanksgiving and gratitude that can never stop for our parents who have put us and send us to boarding educational institutions beloved. Who always pray for and support us to accomplish all of this boarding school education. And we express our deep apologies from the bottom of our hearts for our parents on omissions and kehilafan us in carrying out the mandate to study in boarding schools beloved. And now came the last time we were together with our teachers that we admire, together with our brothers that we care about, and along the entire boarding school alma mater we love. Ladies and Gentlemen .... We are very, very grateful to all council teachers cleric and cleric who has changed his dark life into brilliant light, which has made us a gem of infinite price and which has been widely bestowed on his knowledge to us that not only the science of the world, but far important than it is a science ukhrowi which we will make reference and guidelines as bekaldalam achieve our goals toward better. And that is not less important than that, we all say thousands of thank you and apologize profusely to the teacher council and gentlemen, because we know how long we were educated at boarding school, then as much as it was also a mistake and kehilafan we have done. And we hope that even though we are not in schools, we are still very missed, looking forward and expecting guidance, direction and advice of the council of teachers all for the sake of our success in the days to come. To our brothers and gentlemen, hang on, fight and never give up in any circumstances and in any case, keep the spirit of studying at this lodge. And before we stepped leave this boarding school, we apologize to the brothers of us all because in our daily lives, our time together with his sister-sister all this time, maybe there is a word that is not maintained, there is an attitude that is unacceptable revealed, there are behaviors that are not pleasing to younger siblings and gentlemen, only apology that we can say. Ladies and Gentlemen To my friends all steps forward and the struggle for the future, because life is a choice, your step is a struggle in realizing the dream of the future. Although I know, how wide ocean of life, how deep trough of sacrifice, and how high the star's success, but the ideals not only conceivable only, and do not also just waiting for a miracle, but also keep trying to find and tekunilah until all materialized perfectly. Indeed, sometimes the world can beat the charm of the glitter of diamonds and gems, and that passion beyond human logic, but it's all just a mirage. No one other than the joy of worship and timeless beauty of pious charity, therefore, keep fighting as pious charity in the future. Although we'll split up, although it was that later went away leaving all, but it is not the end of everything. Maintain unity, oneness and wholeness us in achieving the ideals of our future for the better. One thing we need to remember "Not the best hope for us, but the Lord provisions remain to be the best for all of us. And I thank you for togetherness, loyalty and spirit of all of you is undying in eliminating some time together at the school this beloved. And I apologize profusely, for any errors, good attitude, word and deed that had never terhiraukan. For the last time we say thousands of thanks and apologies profusely, because it is not the river that was rippling No sea was choppy There is no ivory that is not cracked No human being innocent Pondok Pesantren city students where people steeped in religion Do weep for this separation, because separation is not the end of everything. Thank you for all the attention, we apologize for any shortcomings Wallahul muwafiq ila aqwami at-Toriq Wassalamu'alaikum

Terjemahan:


 Assalamau’alaikum w.w. Berputarnya jarum jam menandakan kepada kita silih bergantinya waktu dari detik menjadi menit, menit menjadi jam, jampun silih berganti menjadi hari, bulan, hingga bulanpun berubah menjadi tahun. Hingga akhirnya kita berada di penghujung waktu, kita berada di akhir masa, yang mana di suasana pagi yang cerah ini menghantarkan kita kedalam sebuah fenomena kehidupan yaitu perpisahan. Hadirin yang berbahagia… Berawal dari sebuah cerita yang kini menjadi sebuah nama, dan itupun kami simpan dan kami jadikan sebuah kenangan dalam kehidupan. Tidak terasa bertahun-tahun lamanya kami berada dalam sebuah lembaga pendidikan pesantren ini, dan bertahun-tahun pula lamanya kami berada dalam lingkungan yang harmonis dan agamis yang di dalamnya penuh dengan bimbingan, pengajaran, serta arahan yang membangun kami dari pondasi awal untuk menjadi sebuah bangunan yang kokoh, sebuah jiwa yang memiliki makna menjadi insan yang berarti dalam menjalani kehidupan ini. Kami merasakan dari awal kami melangkahkan kaki ke pondok pesantren ini, kemudian kami bernaung di bawah topangan lembaga pendidikan ini, hingga akhirnya beranjak keluar meninggalkan gerbang pesantren yang tercinta ini. Betapa banyak ilmu yang telah dituangkan dalam pikiran kami, betapa banyak bimbingan yang telah mengarahkan kami ke jalan yang benar dan bahkan betapa banyak arahan, perhatian serta nasihat yang telah ditanamkan dalam hati kami, yang semua itu hanya kami dapatkan di sini, di lembaga ini dan di pesantren yang tercinta ini. Majlis guru dan bapak ibu wali santri yang kami hormati… Memang benar apa yang dikatakan orang, kehidupan ini bagaikan roda yang selalu berputar, kadang di bawah, kadang di atas. Begitu dengan kehidupan kita yang selalu berubah. Yang muda lambat laun akan menjadi tua, yang lama akan digantikan dengan yang baru dan yang hidup akan mengalami kematian dan begitu pula setiap pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan. Memang perpisahan itu adalah duka yang akan menghadirkan isak tangis dan deraian air mata. Namun tak dapat disesali dan dihindari, apalah arti dari duka lara, perpisahan akan tetap terjadi jua, oleh karena itu hanya do’a yang tak pernah luput dalam setiap langkah, mudah-mudahan kita dapat bertemu dalam sebuah kebahagiaan dan kemenangan. Ucapan syukur dan terimakasih yang tak pernah henti buat kedua orang tua kami yang telah menempatkan kami dan menyekolahkan kami ke lembaga pendidikan pesantren yang tercinta ini. Yang senantiasa mendo’akan dan mendukung kami untuk bisa menyelesaikan pendidikan di pesantren ini. Dan kami mengucapkan permohonan maaf yang mendalam dari lubuk hati kami untuk kedua orang tua kami atas segala kelalaian dan kehilafan kami dalam menjalankan amanah menuntut ilmu di pondok pesantren yang tercinta ini. Dan kini tibalah saat terakhir kami bersama guru-guru kami yang kami kagumi, bersama adik-adik kami yang kami sayangi dan bersama seluruh almamater pesantren yang kami cintai ini. Hadirin yang berbahagia…. Kami sangat-sangat berterimakasih kepada seluruh majlis guru ustadz dan ustadzah yang telah merubah gelapnya kehidupan menjadi cahaya yang terang benderang, yang telah menjadikan kami permata yang tak terhingga harganya dan yang telah banyak melimpahkan ilmunya kepada kami yang tidak hanya sekedar ilmu duniawi, tapi yang jauh terpenting daripada itu adalah ilmu ukhrowi yang akan kami jadikan acuan dan pedoman sebagai bekaldalam mencapai cita-cita kami kea rah yang lebih baik. Dan yang tak kalah penting daripada itu, kami semua mengucapkan ribuan terimakasih dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada majlis guru sekalian, karena kami tau seberapa lama kami menjalani pendidikan di pesantren ini, maka sebanyak itu pulalah kesalahan dan kehilafan yang telah kami lakukan. Dan kami berharap walaupun kami tidak berada di pesantren ini, kami masih sangat merindukan, menantikan serta mengharapakan bimbingan, arahan serta nasihat dari majlis guru sekalian demi kesuksesan kami di masa-masa yang akan datang. Kepada adik-adik kami sekalian, bertahanlah, berjuanglah dan jangan pernah menyerah dengan keadaan apapun dan bagaimanapun, teruslah semangat dalam menuntut ilmu di pondok ini. Dan sebelum kami melangkahkan kaki meninggalkan pesantren ini, kami memohon maaf kepada adik-adik kami sekalian karena dalam keseharian kami, kebersamaan kami bersama adik-adik selama ini, barangkali ada kata yang tak terjaga, ada sikap yang tak pantas terungkap, ada prilaku yang tak berkenan di hati adik-adik sekalian, hanya permohonan maaf yang dapat kami ucapkan. Hadirin yang berbahagia Kepada teman-temanku sekalian teruskan langkah dan perjuangan untuk meraih masa depan, karena hidup adalah pilihan, langkahmu adalah perjuangan dalam mewujudkan impian masa depan. Walaupun ku tahu, betapa luasnya samudra kehidupan, betapa dalamnya palung pengorbanan, dan betapa tingginya bintang kesuksesan, namun cita-cita jangan hanya diangan-angankan saja, dan jangan pula hanya menunggu keajaiban saja, akan tetapi teruslah berusaha untuk mencari dan tekunilah sampai semuanya terwujud dengan sempurna. Memang terkadang pesona dunia dapat mengalahkan gemerlapnya intan dan permata, dan bahwasanya nafsu melebihi logika manusia, tapi itu semua hanyalah fatamorgana. Tiada yang abadi selain nikmatnya ibadah dan indahnya amal soleh, oleh karena itu teruslah berjuang sebagai amal soleh di masa depan. Walaupun nanti kita akan berpisah, walaupun nanti kan pergi jauh meninggalkan semua, namun itu bukanlah akhir dari segalanya . Tetap jaga persatuan, kesatuan dan keutuhan kita dalam menggapai cita-cita masa depan kita ke arah yang lebih baik. Satu hal yang perlu kita ingat “Bukan harapan yang terbaik untuk kita, akan tetapi ketetapan tuhanlah tetap menjadi yang terbaik untuk kita semua. Dan saya mengucapkan terimakasih atas kebersamaan, kesetiaan dan semangat kalian semua yang tak pernah pudar dalam menghabisi waktu bersama-sama di pesantren yang tercinta ini. Dan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, atas segala kesalahan, baik sikap, perkataan maupun perbuatan yang selama ini tak pernah terhiraukan. Untuk terakhir kalinya kami ucapkan ribuan terimakasih dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, karena memang Tak ada sungai yang tak beriak Tak ada laut yang tak berombak Tak ada gading yang tak retak Tak ada manusia yang tak bersalah Pondok pesantren kota santri tempat orang mendalami agama Jangan tangisi perpisahan ini, karena perpisahan bukan akhir dari segalanya. Terimakasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan Wallahul muwafiq ila aqwami at-toriq Wassalamu’alaikum

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh pidato Khutbatul Wada B.Arab di pondok pesantren

Jambora Cabang II 2015